Minggu, 14 Februari 2010

BAB I
ELEKTRONIKA
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi
elektronika sebagai basis teknologinya contoh ; Dirumah, kita sering melihat televisi,
mendengarkan lagu melalui tape atau CD, mendengarkan radio, berkomunikasi dengan
telephone. Dikantor kita menggunakan komputer, mencetak dengan printer, mengirim pesan
dengan faximile, berkomunikasi dengan telephone. Dipabrik kita memakai alat deteksi,
mengoperasikan robot perakit, dan sebagainya. Bahkan dijalan raya kita bisa melihat lampu
lalu-lintas, lampu penerangan jalan yang secara otomatis hidup bila malam tiba, atau papan
reklame yang terlihat indah berkelap-kelip dan masih banyak contoh yang lainnya. Dari
semua uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada zaman sekarang ini kita tidak akan
lepas dari perangkat yang menggunakan elektronika sebagai dasar teknologinya. Alat-alat
yang menggunakan dasar kerja elektronika seperti diatas biasanya disebut sebagai peralatan
elektronik (electronic devices)
Gambar 1. Peralatan elektronik (Electronic Device)
Elektronika merupakan ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang
dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam
suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain
sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika,
sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik
elektro, teknik komputer, dan ilmu/ teknik elektronika dan instrumentasi.
Revolusi besar-besaran terhadap elektronika terjadi sekitar tahun 1960-an, dimana saat
itu mulai ditemukan suatu alat elektronika yang dinamakan Transisor, sehingga
dimungkinkan untuk membuat suatu alat dengan ukuran yang kecil dimana sebelumnya alatalat
tersebut masih menggunakan tabung-tabung facum yang ukurannya besar serta
mengkonsumsi listrik yang besar. Hanya dalam kurun waktu 10 tahun sejak ditemukan nya
transistor, ditemukan sebuah rangkaian terintegrasi yang dikenal dengan IC ( Integrated
1 | P a g e
Circuit ) merupakan sebuah rangkaian terpadu yang berisi puluhan bahkan jutaan transistor di
dalamnya. Sehingga kita bisa melihat sebuah perangkat elektronika semakin kecil bentuknya
tetapi semakin banyak fungsinya sebagai contoh telephone genggam ( Handphone ) yang anda
pakai saat ini dengan telephone genggam yang anda pakai beberapa tahun yang lalu. Yah
semua itu berkat revolusi Silikon sebagai bahan dasar pembuatan Transistor dan IC atau
CHIP.
Elektronika mempunyai 2 komponen diantaranya yaitu :
1. Komponen Pasif
Komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa sumber
tegangan. Komponen pasif terdiri dari Hambatan atau tahanan, kapasitor atau
kondensator, induktor atau kumparan dan transformator.
2. Komponen Aktif
Komponen aktif merupakan komponen yang tidak dapat bekerja tanpa
adanya sumber tegangan. Komponen aktif terdiri dari dioda dan transistor.
Pada pembuatan rangkaian elektronika diperlukan peralatan (seperti Obeng, tang, bor
dan sebagainya) dan juga papan sirkuit yang digunakan untuk tempat menempelnya
komponen elektronika (seperti PCB, Wishboard, dan sebagainya).
2 | P a g e
BAB II
TEORI DASAR
Atom
Atom adalah satuan yang amat kecil dalam setiap bahan yang ada di sekitar kita. Atom
terdiri atas tiga jenis partikel subatom:
 elektron, yang memiliki muatan negatif;
 proton, yang memiliki muatan positif;
 netron, yang tidak bermuatan.
Setiap unsur adalah unik
yang dibedakan oleh jumlah
proton yang terdapat dalam atom
dari unsur tersebut. Setiap atom
memiliki jumlah elektron yang
sama dengan jumlah proton; bila
ada perbedaan atom tersebut
disebut ion.
Banyak unsur lain yang diciptakan manusia, namun mereka biasanya tidak stabil dan
dengan spontan berubah menjadi unsur kimia natural yang stabil melalui proses radioaktifitas.
Meskipun hanya terdapat 91 unsur di alam, tetapi atom-atom tersebut dapat terjadi
ikatan satu sama lain menjadi molekul dan jenis senyawa kimia lainnya. Molekul terbentuk
dari banyak atom. Molekul air merupakan kombinasi dari 2 atom hidrogen dan 1 atom
oksigen.
Inti atom
Pusat dari atom disebut inti atom atau nukleus. Inti atom terdiri dari proton dan
neutron. Banyaknya proton dalam inti atom disebut nomor atom, dan menentukan berupa
elemen apakah atom itu.
3 | P a g e
Gambar 2. Model Atom
Ukuran inti atom jauh lebih kecil dari ukuran atom itu sendiri, dan hampir sebagian
besar tersusun dari proton dan neutron, hampir sama sekali tidak ada sumbangan dari
elektron.
Proton dan netron memiliki massa yang hampir sama, dan jumlah dari kedua massa
tersebut disebut nomor massa, dan beratnya hampir sama dengan. Massa dari elektron sangat
kecil dan tidak menyumbang banyak kepada massa atom.
Jumlah proton dan netron menentukan tipe dari nukleus atau inti atom. Proton dan
neutron hampir memiliki massa yang sama, dan kombinasi jumlah, jumlah massa, rata-rata
sama dengan massa atomik sebuah atom. Kombinasi massa dari elektron sangat kecil secara
perbandingan terhadap massa nukleus, di karenakan berat dari proton dan neutron hampir
2000 kali massa elektron.
Neutron
Neutron atau netron adalah partikel subatomik yang tidak bermuatan (netral) dan
memiliki massa 1.6749 × 10-27 kg, sedikit lebih berat dari proton. Inti atom dari kebanyakan
atom terdiri dari proton dan neutron.
Perbedaan utama dari neutron dengan partikel subatomik lainya adalah mereka tidak
bermuatan. Sifat netron ini membuat penemuannya lebih terbelakang, dan sangat menembus,
membuatnya sulit diamati secara langsung dan membuatnya sangat penting sebagai agen
dalam perubahan nuklir.
Proton
Dalam fisika, proton adalah partikel subatomik dengan muatan positif sebesar 1.6 ×
10-19 coulomb dan massa 1.6726231 × 10-27 kg, atau sekitar 1800 kali massa sebuah
elektron.
Suatu atom biasanya terdiri dari sejumlah proton dan netron yang berada di bagian inti
(tengah) atom, dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut. Dalam atom bermuatan
netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya. Banyaknya proton di bagian
inti biasanya akan menentukan sifat kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan
istilah nuklei, nukleus, atau nukleon (bhs Inggris: nucleon), dan reaksi yang terjadi atau
berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir.
4 | P a g e
Elektron
Elektron adalah partikel subatomik. Memiliki muatan listrik negatif sebesar -1.6 × 10-
19 coulomb, dan massanya 9.10 × 10-31 kg.
Elektron umumnya ditulis sebagai e-. Elektron memiliki partikel lawan yang dikenal
sebagai positron, yang identik dengan dirinya namun bermuatan positif.
Atom tersusun dari inti berupa proton dan neutron serta elektron-elektron yang
mengelilingi inti tadi. Elektron sangat ringan jika dibandingkan dengan proton dan neutron.
Sebutir proton sekitar 1800 kali lebih berat daripada elektron.
Sejarah
Elektron pertama kali ditemukan oleh J.J. Thomson di Laboratorium Cavendish,
Universitas Cambridge, pada tahun 1897, pada saat beliau sedang mempelajari "sinar katoda".
Arus Listrik
Jika elektron bergerak, lepas bebas dari pengaruh inti atom, serta terdapat suatu aliran
(net flow), aliran ini dikenal sebagai arus listrik. Ini dapat dibayangkan sebagai serombongan
domba yang bergerak bersama-sama ke utara namun tanpa diikuti oleh penggembalanya.
Muatan listrik dapat diukur secara langsung menggunakan elektrometer. Arus listrik dapat
diukur secara langsung menggunakan galvanometer.
Apa yang dikenal dengan "listrik statis" bukanlah aliran elektron sama sekali. Ini lebih
tepat disebut sebagai sebuah "muatan statik", mengacu pada sebuah benda yang memiliki
lebih banyak atau lebih sedikit elektron daripada yang dibutuhkan untuk mengimbangi
muatan positif sang inti. Jika terdapat kelebihan elektron, maka benda tadi dikatakan sebagai
"bermuatan negatif". Jika terdapat kekurangan elektron dibanding proton, benda tersebut
dikatakan "bermuatan positif". Jika jumlah elektron dan proton adalah sama, benda tersebut
dikatakan "netral".
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan
listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Sehingga dapat dirumuskan
menjadi :
5 | P a g e
Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif,
sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang
bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
Muatan listrik
Muatan listrik, Q, adalah pengukuran muatan dasar yang dimiliki suatu benda. Satuan
Q adalah coulomb, yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Q adalah sifat dasar yang
dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan
negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika atomnya kekurangan
elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. Besarnya muatan
tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom
merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama
dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak
bermuatan).
6 | P a g e
BAB III
LISTRIK
Hukum Ohm
Seperti yang telah saya bahas diatas bahwa ahli fisika berkebangasaan Jerman yang
bernama George Simon Ohm, telah berhasil menemukan hubungan antara besar beda
potensial dengan besarnya kuat arus yang mengalir. Pernyataan Ohm yang dikenal dengan
nama hokum Ohm berbunyi,
Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial
antara ujung-ujung penghantar itu jika suhu penghantar tetap.
Dari pernyataan Ohm diatas dapat dirumuskan bahwa,
V = I.R
Keterangan :
V = Beda Potensial (volt)
I = Kuat arus (ampere)
R = Hambatan (Ohm)
Hukum Kirchhoff
Pada rangkaian listrik kita dapat menggabungkan beberapa rangkaian sederhana yang
disebut dengan rangkaian majemuk. Rangkaian majemuk mengikuti hukum Kirchhof
diantaranya yaitu:
1. Hukum Kirchoff I
” Jumlah arus yang menuju (masuk) titik percabangan sama dengan arus yang
meninggalkan (keluar) dari titik percabangan ”
sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut,
å =å Masuk keluar i i
Sebagai contoh perhatikan gambar 3 disamping.
Kamu bisa lihat bahwa arus yang berwarna Hijau, aliran
arusnya menuju (masuk) titik percabangan dan arus
berwarna biru meninggalkan (keluar) dari titik
percabangan.
Maka dapat kita hitung bahwa
å =å Masuk keluar i i
I1 + I2 + I3 = I4 + I5
7 | P a g e
Gambar 3. Aliran Arus
i1
i2
i3 i4
i5
i6
2. Hukum Kirchoff II
” Dalam sebuah rangkaian tertutup jumlah gaya gerak listrik (E) sama dengan
jumlah penurunan potensial (i.R)”
sehingga dapat dirumuskan,
åE =åi.R
Daya /Power Listrik (W)
Hal lain yang penting setelah besar tahanan (hambatan) adalah besar daya
resistor. Daya resistor merupakan kekuatan yang dimiliki oleh resistor dalam menerima kuat
arus listrik. Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian
listrik. Satuan SI daya listrik adalah watt.
Perumusan matematis daya listrik
Daya listrik, seperti daya mekanik, dilambangkan oleh huruf P dalam persamaan
listrik. Pada rangkaian arus DC, daya listrik sesaat dihitung menggunakan Hukum Joule,
sesuai nama fisikawan Britania James Joule, yang pertama kali menunjukkan bahwa energi
listrik dapat berubah menjadi energi mekanik, dan sebaliknya.
P =V.I
Keterangan :
P adalah daya (watt atau W)
I adalah arus (ampere atau A)
V adalah perbedaan potensial (volt atau V)
Sebagai contoh:
15A.2V = 30W
Hukum Joule dapat digabungkan dengan hukum Ohm untuk menghasilkan dua
persamaan tambahan
P = (I.R).R = I 2.R
atau
R
V
R
P V V
2
. = ÷
ø
ö ç
è
= æ
Keterangan :
R adalah hambatan listrik (Ohm atau Ω).
8 | P a g e
BAB IV
KOMPONEN ELEKTRONIKA
1. Hambatan (Resistor)
Hambatan adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap
rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik. Hambatan disingkat
dengan huruf "R" (huruf R besar). Satuan Hambatan adalah Ohm, yang menemukan adalah
George Simon Ohm (1787-1854), seorang ahli fisika bangsa Jerman. Hambatan listrik dapat
didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya anda bertanya-tanya, apa itu Hambatan ?,
seperti apa bentuknya ?, bagaimna cara kerjanya ?, untuk lebih jelasnya perhatikan uraian
dibawah ini.
Sekarang anda lihat gambar 4, nah itu adalah salah satu bentuk dari Hambatan, apa
ada yang lain.?, masih banyak bentuk dan jenis dari Hambatan, coba saja anda buka salah satu
alat elektronika yang sudah rusak dan tidak terpakai, misalnya charger Handphone anda atau
radio saku anda. disitu anda akan lihat banyak sekali Hambatan bertebaran. dari yang
berbentuk bulat panjang seperti gambar 4, persegi empat, seperti tapal kuda, atau tombol
pengatur suara yang ada di radio tape, itu juga Hambatan. bahkan ada yang berbentuk seperti
beras.
Gambar 4. Berbagai macam bentuk Hambatan
Perhatikan gambar 5 disamping, sebuah Hambatan mempunyai
jumlah cincin sebanyak 5 diantaranya yaitu cincin pertama, cincin
kedua, cincin ketiga (multiflier), cincin keempat (toleransi), dan
cincin kelima (kualitas). Nah sekarang mari kita mencoba membaca
nilai suatu Hambatan. Pada gambar 5 kita dapatkan bahwa Hambatan
tersebut berwarna biru, merah, merah, emas dan merah.
9 | P a g e
Gambar 5. Hambatan
Untuk membaca kode warna Hambatan seperti yang dipermassalahkan diatas, kita
mulai menerjemahkan satu persatu kode tersebut. Untuk dapat menentukan nilai warna yang
terdapat Hambatan dapat kamu lihat pada tabel 1.
Warna pertama biru berarti angka 6, warna kedua warna merah, berarti angka 2, warna
ketiga warna merah berarti multiflier, perkalian dengan 10 pangkat 2. kalau diterjemahkan
62 X 10 2 62 X 100 6200. Berarti 1200 Ohm. dengan nilai toleransi sebesar 10 %. Akurasi
dari Hambatan tersebut berarti 6200 X ( 10 : 100 ) 6200 X ( 1 : 10 ) 620. Nilai sebenarnya
dari Hambatan tersebut adalah maximum 6200 + 620 = 6820 Ohm, sedangkan nilai
minimumnya adalah 6200 - 620 = 5580 Ohm. Karakteristik dari bahan baku Hambatan tidak
sama, walaupun pabrik sudah mengusahakan agar dapat menjadi standart tetapi apa daya
prosesnya menjadi tidak standart. Untuk itulah pabrik menyantumkan nilai toleransi dari
sebuah Hambatan agar para designer dapat memperkirakan seberapa besar faktor x yang harus
mereka fikirkan agar menghasilkan yang mereka kehendaki.
Tabel 1. Nilai warna pada Hambatan
Warna Gelang
Pertama
Gelang
Kedua
Gelang Ketiga
(multiplier)
Gelang ke Empat
(toleransi)
Temp.
Koefisien
Hitam 0 0 ×100
Coklat 1 1 ×101 ±1% (F) 100 ppm
Merah 2 2 ×102 ±2% (G) 50 ppm
Jingga 3 3 ×103 15 ppm
Kuning 4 4 ×104 25 ppm
Hijau 5 5 ×105 ±0.5% (D)
Biru 6 6 ×106 ±0.25% (C)
Ungu 7 7 ×107 ±0.1% (B)
Abu-abu 8 8 ×108 ±0.05% (A)
Putih 9 9 ×109
Emas ×0.1 ±5% (J)
Perak ×0.01 ±10% (K)
Polos ±20% (M)
Di dalam praktek para designer sering kali membutuhkan sebuah Hambatan dengan
nilai tertentu. Akan tetapi nilai Hambatan tersebut tidak ada di toko penjual, bahkan pabrik
sendiri tidak memproduksinya. Lalu bagaimana solusinya..?. untuk mendapatkan nilai
Hambatan dengan resistansi yang unik atau tidak diproduksi, dapat dilakukan dua cara ;
Pertama cara SERI, dan yang kedua cara PARALEL. Dengan cara demikian maka massalah
designer diatas dapat terpecahkan. Bagaimana cara Serial dan bagaimana pula cara Paralel.
10 | P a g e
a. Rangkaian Seri
Rangkaian seri terdiri dari 2 atau lebih Hambatan
yang disusun secara berurutan, Hambatan yang satu
berada di belakang Hambatan yang lain.
Hambatan yang disusun seri dapat dijadikan menjadi 1 Hambatan, yang disebut
dengan hambatan pengganti. Bagaimana cara mentukan hambatan penggantinya? Perhatikan
gambar 7 berikut.
Dari rangkaian pada gambar 7 dapat diperoleh hubungan yaitu
atau
Keterangan : Rp = hambatan Pengganti (Ohm)
R1 = hambatan ke-1
R2 = hambatan ke-2
R3 = hambatan ke-3
Rn = hambatan ke-n
b. Rangkaian Pararel
Pada rangkaian pararel 2 atau lebih hambatan
disusun secara bertingkat, seperti dapat dilihat pada
gambar 8.
Seperti halnya rangkaian seri, rangkaian pararel dapat juga dijadikan menjadi 1 yang
disebut hambatan pengganti yang besarnya,
R R R R Rn P
1 1 1 1 ... 1
1 2 3
= + + + +
Keterangan : Rp = hambatan Pengganti (Ohm)
R1 = hambatan ke-1
R2 = hambatan ke-2
R3 = hambatan ke-3
Rn = hambatan ke-n
11 | P a g e
Gambar 6. Rangkaian Seri
Pada Hambatan
R1 R2 R3
Gambar 7. rangkaian seri
Gambar 8. Rangkaian Pararel
Rp = R1 + R2 + R3
Rp = R1 + R2 + R3 + ... + Rn
Resistor Variable (VR)
Nilai resistansi resistor jenis ini dapat diatur dengan tangan, bila pengaturan dapat
dilakukan setiap saat oleh operator (ada tombol pengatur) dinamakan potensiometer dan
apabila pengaturan dilakukan dengan obeng dinamakan trimmer potensiometer (trimpot).
Tahanan dalam potensiometer dapat dibuat dari bahan carbon dan ada juga dibuat dari
gulungan kawat yang disebut potensiometer wirewound. Untuk digunakan pada voltage yang
tinggi biasanya lebih disukai jenis wirewound.
Resistor Peka Suhu dan Resistor Peka Cahaya
Nilai resistansi thermistor tergantung dari suhu. Ada dua jenis yaitu NTC (negative
temperature coefficient) dan PTC (positive temperature coefficient). NTC resistansinya kecil
bila panas dan makin dingin makin besar. Sebaliknya PTC resistensi kecil bila dingin dan
membesar bila panas.
Ada lagi resistor jenis lain ialah LDR (Light Depending Resistor) yang nilai
resistansinya tergantung pada sinar / cahaya.
12 | P a g e
Gambar 9. Macam-Macam Resistor Variabel
Gambar 10. Resistor Peka Terhadap suhu dan cahaya
2. Dioda
Dioda atau diode adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai
penyearah. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi
katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku
sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan
katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian
anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif).
Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada diode faktual (riil), perlu
tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode
terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini
disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Diode yang terbuat dari bahan Germanium
memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.
Sebagai contoh pemassangan dioda pada suatu rangkaian sebagai berikut:
Macam- macam diantaranya yaitu:
 dioda pemancar cahaya atau LED
Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED
(light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan
cahaya monokromatik
13 | P a g e
P N
A K
Gambar 11. susunan dan symbol dioda
Gambar 12. Cara Pemasangan Dioda
Gambar 13. LED
 Dioda Foto
Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi
mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen
elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik.
Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari
cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan
sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari penghitung kendaraan di
jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera
serta beberapa peralatan di bidang medis.
Alat yang mirip dengan Dioda foto adalah Transistor foto (Phototransistor).
Transistor foto ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak
(junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai sensitivitas
yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. Hal ini disebabkan karena elektron
yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan
diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari Transistor-foto
secara umum akan lebih lambat dari pada Dioda-Foto.
 dioda laser
Dioda laser adalah sejenis laser di mana media aktifnya sebuah semikonduktor
persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda pemancar cahaya. Dioda laser
kadang juga disingkat LD atau ILD.
Dioda laser baru ditemukan pada akhir abad ini oleh ilmuwan Universitas Harvard.
Prinsip kerja dioda ini sama seperti dioda lainnya yaitu melalui sirkuit dari rangkaian
elektronika, yang terdiri dari jenis p dan n. Pada kedua jenis ini sering dihasilkan 2 tegangan,
yaitu:
1. biased forward, arus dihasilkan searah dengan nilai 0,707 utk pembagian v puncak,
bentuk gelombang di atas ( + ).
14 | P a g e
Gambar 14. Dioda Foto
Gambar 15. Simbol dari dioda foto
2. backforward biased, ini merupakan tegangan berbalik yang dapat merusak suatu komponen
elektronika.
 diode Zener
Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai alat
yang menyalurkan listrik ke satu arah, namun Dioda
Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat
mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang
diberikan melampaui batas "tegangan rusak"
(breakdown voltage) atau "tegangan Zener".
Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara
berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya. Jika melampaui
batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang
menyebabkan panas. Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas
kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah), dioda ini akan
memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon.
Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai.
Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali
bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, disebut tegangan
Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat, yang
memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita
konduksi material tipe-n. Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku
rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya
tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan
tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi,
sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau
untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil.
 dioda Schottky (SCR)
15 | P a g e
Gambar 16. Simbol Dioda Zener
SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi
sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan
karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G).
SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri
dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.
Pada gambar 15 terlihat SCR dengan anoda pada kaki
yang berulir, Gerbang gate pada kaki yang pendek, sedangkan
katoda pada kaki yang panjang
Logo pada skema elektronik untuk SCR:
Guna SCR:
· Sebagai rangkaian Saklar (switch control)
· Sebagai rangkaian pengendali (remote control)
Diagram dan skema SCR:
16 | P a g e
Gambar 17. SCR
Gambar 18. Simbol SCR
Ada tiga kelompok besar untuk semikonduktor ini yang sama-sama dapat berfungsi
sebagai Saklar (Switching) pada tegangan 120 volt sampai 240 volt. Ketiga kelompok tersebut
adalah SCR ini sendiri, DIAC dan TRIAC.
 TRIAC
TRIAC mempunyai kontruksi sama dengan DIAC,
hanya saja pada TRIAC terdapat terminal pengontrol
(terminal gate). Sedangkan untuk terminal lainnya
dinamakan main terminal 1 dan main terminal 2
(disingkat mt1 dan mt2). Seperti halnya pada DIAC,
maka TRIAC pun dapat mengaliri arus bolak-balik,
tidak seperti SCR yang hanya mengalirkan arus searah
(dari terminal anoda ke terminal katoda).
Lambang TRIAC di dalam skema elektronika, memiliki tiga kaki, dua diantaranya
terminal MT1 (T1) dan MT2 (T2) dan lainnya terminal Gate (G)
17 | P a g e
Gambar 19. Diagram dan Skema SCR
Gambar 20. Simbol Skematik TRIAC
Triac adalah setara dengan dua SCR yang dihubungkan
paralel. Artinya TRIAC dapat menjadi saklar keduanya secara
langsung. TRIAC digolongkan menurut kemampuan
pengontakan. TRIAC tidak mempunyai kemampuan kuasa yang
sangat tinggi untuk jenis SCR. Ada dua jenis TRIAC, Low-
Current dan Medium-Current.
Low-Current TRIAC dapat mengontak hingga kuat arus 1 ampere dan mempunyai
maksimal tegangan sampai beberapa ratus volt. Medium-Current TRIACS dapat mengontak
sampai kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.000 volt.
 DIAC
DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR, namun memiliki
dua terminal (elektroda) saja, berbeda dengan "saudaranya" yang
memiliki tiga terminal, TRIAC.
Simbol DIAC pada skema elektronik:
Gambar diagram disamping memperlihatkan struktur dalam pada DIAC.
Pada diagram menunjukkan ada lima lapisan dalam DIAC, memiliki dua terminal
yaitu terminal 1 (T1) and terminal 2 (T2).
Pada gambar disamping diperlihatkan
polaritas pada DIAC.
18 | P a g e
Gambar 21. Konstuksi Simbol TRIAC
Gambar 22. DIAC
Gambar 23. Simbol DIAC
Gambar 24. Struktur DIAC
Gambar 25. Polaritas pada DIAC
untuk dapat menentukan dioda dalam keadaan baik atau tidak, kamu dapat melakukan
pengujian pada dioda tersebut dengan menggunakan ohmmeter.
Tabel 2. Hasil Pengujian dioda
Kaki I Kaki II Gejala Kesimpulan
H M ON I : Anoda
M H OFF II : Katoda
Keadaan Baik
Keterangan : H = hitam, M = merah
3. Kapasitor (Kondensator)
Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam
medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Ditemukan oleh Michael Faraday (1791-
1867). Kondensator kini juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih
dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada
tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk
menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan
bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan
bahasa Italia "condensatore", seperti bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman
Kondensator atau Spanyol Condensador
· Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif
serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Lambang kondensator (mempunyai kutub positif dan negatif) pada skema elektronika.
Gambar 26. Salah satu jenis Kondensator beserta lambangnya
· Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak
mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih
berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering
disebut kapasitor (capacitor).
19 | P a g e
Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika.
Gambar 27. Salah satu jenis kapasitor beserta lambangnya
Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada
masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya
menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar.
Pada massa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang
pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).
Satuan dalam kondensator disebut Farad. Satu Farad = 9 x 1011 cm² yang artinya luas
permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 106 mikroFarad (μF), jadi 1 μF =
9 x 105 cm².
Satuan-satuan sentimeter persegi (cm²) jarang sekali digunakan karena kurang praktis, satuan
yang banyak digunakan adalah:
· 1 Farad = 1.000.000 μF (mikro Farad)
· 1 μF = 1.000.000 pF (piko Farad)
· 1 μF = 1.000 nF (nano Farad)
· 1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
· 1 pF = 1.000 μμF (mikro-mikro Farad)
Seperti halnya resistor, kapasitor mempunyai kode warna untuk menentukan besarnya
kapasitansi. Pada Tabel 4 berikut merupakan kode warna dari Kapasitor
Tabel 3. Kode Warna Pada Kapasitor
Warna Nomor Faktor Perkalian Toleransi Voltase maksimum
Hitam 0 ×1 ±20%
Coklat 1 ×101 100V
Merah 2 ×102 250V
Jingga 3 ×103 250V
20 | P a g e
Kuning 4 ×104 400V
Hijau 5 ×105 400V
Biru 6 630V
Ungu 7 630V
Abu-abu 8 630V
Putih 9 ±10% 630V
Adapun cara memperluas kapasitor atau kondensator dengan jalan:
1. Menyusunnya berlapis-lapis.
2. Memperluas permukaan variabel.
3. Memakai bahan dengan daya tembus besar
Wujud dan Macam kondensator
Berdasarkan kegunaannya kondensator kita bagi dalam:
1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah)
Kondensator tetap ialah suatu kondensator yang nilainya konstan dan tidak berubahubah.
Kondensator tetap ada tiga macam bentuk:
a. Kondensator keramik (Ceramic Capacitor)
Bentuknya ada yang bulat tipis, ada yang persegi
empat berwarna merah, hijau, coklat dan lain-lain.
Dalam pemasangan di papan rangkaian (PCB), boleh
dibolak-balik karena tidak mempunyai kaki positif dan
negatif.
Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko Farad sampai dengan ratusan Kilopiko Farad
(KpF). Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt, tetapi ada juga yang sampai
ribuan volt.
Contoh misal pada badannya tertulis = 203, nilai kapasitasnya = 20.000 pF = 20 KpF =
0,02 μF.
Jika pada badannya tertulis = 502, nilai kapasitasnya = 5.000 pF = 5 KpF = 0,005 μF
21 | P a g e
Gambar 28. Kapasitor Keramik beserta
lambangnya
b. Kondensator polyester
Pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik begitu juga cara menghitung
nilainya. Bentuknya persegi empat seperti permen. Biasanya mempunyai warna merah, hijau,
coklat dan sebagainya.
c. Kondensator kertas
Kondensator kertas ini sering disebut juga kondensator padder. Misal pada radio dipasang
seri dari spul osilator ke variabel condensator. Nilai kapasitas yang dipakai pada sirkuit
oscilator antara lain:
 Kapasitas 200 pF - 500 pF untuk daerah gelombang menengah (Medium Wave /
MW) = 190 meter - 500 meter.
 Kapasitas 1.000 pF - 2.200 pF untuk daerah gelombang pendek (Short Wave / SW)
SW 1 = 40 meter - 130 meter.
 Kapasitas 2.700 pF - 6.800 pF untuk daerah gelombang SW 1, 2, 3 dan 4, = 13 meter
- 49 meter.
22 | P a g e
2. Kondensator elektrolit (Electrolite Condenser = Elco)
Kondensator elektrolit atau Electrolytic Condenser (sering disingkat Elco) adalah
kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif
dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif atau yang
dekat tanda minus ( - ) adalah kaki negatif. Nilai kapasitasnya dari 0,47 μF (mikroFarad)
sampai ribuan mikroFarad dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt.
Tampak pada gambar 26 diatas polaritas negatif pada kaki Kondensator Elektrolit.
Selain kondensator elektrolit yang mempunyai polaritas pada kakinya, ada juga
kondensator yang berpolaritas yaitu kondensator solid tantalum.
Kerusakan umum pada kondensator elektrolit di antaranya adalah:
 Kering (kapasitasnya berubah)
 Konsleting
 Meledak, yang dikarenakan salah dalam pemberian tegangan positif dan negatifnya,
jika batas maksimum voltase dilampaui juga bisa meledak.
3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)
Kondensator variabel dan trimmer adalah
jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah.
Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena
secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar
dengan menggunakan obeng.
· Kondensator variabel
23 | P a g e
Gambar 29. Berbagai macam lambang gambar untuk Kapasitor Elektrolit pada skema elektronika
Gambar 30. 2 Macam Kondensator
Variabel
Kondensator variabel terbuat dari logam, mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100
pF (pikoFarad) sampai 500 pF (100pF = 0.0001μF).
Kondensator variabel dengan spul antena dan spul osilator berfungsi sebagai pemilih
gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap.
· Kondensator trimer
Sedangkan kondensator trimer dipasang paralel dengan variabel kondensator berfungsi
untuk menepatkan pemilihan gelombang frekuensi tersebut.Kondensator trimer mempunyai
kapasitas dibawah 100 pF (pikoFarad).
Kerusakan umumnya terjadi jika:
1. Korsleting
2. Setengah korsleting (penangkapan gelombang pemancar menjadi tidak normal)
Rangkaian Seri dan Pararel pada Kapasitor
Seperi halnya pada resistor, kapasitor dapat dirangkai secara seri dan pararel. Untuk lebih
jelasnya perhatikan gambar 33 dan 34 dibawah ini.
Kapasitor dalam rangkaian pararel, masing-masing mempunyai nilao beda potensial yang
sama. Sehingga, dapat dicari kapasintasi total dari kapasitor.
24 | P a g e
Gambar 33. Rangkaian Pararel Pada kapasitor
Gambar 31. Lambang gambar untuk Kondensator Variable pada skema elektronika
Gambar 32. Lambang gambar untuk Kondensator Trimer pada skema elektronika
Dari gambar tersebut dapat dirumuskan
p n C = C + C + ... + C 1 2
Alasan untuk merangkai kapasitor secara paralel adalah untuk meningkatkan total
jumlah beban penyimpanan. Dengan kata lain, meningkatkan kapasitansi itu juga
meningkatkan jumlah itu energi yang dapat disimpan. Sehingga dapat dirumuskan sebagai
berikut:
Pada penyusunan kapasitor secara seri seperti pada
gambar 13, kita dapatkan bahwa arus yang melewati kapasitor bernilai tetap sedangkan
tegangan yang melewatinya berubah- ubah atau berbeda oleh:
Cara menguji kapasitor adalah sebagai berikut:
a. Kapasitor yang mempunyai polaritas (mempunyai kutub negatif dan positif)
Untuk menguji kapasitor berpolaritas digunakan ohmmeter dimana
jolok merah dihubungakan dengan kutub negatif dan kolok hitam pada kutub
positif.
Bila jarum menunjukkan harga tertentu kemudian kembali ke tak
terhingga (Sangat besar sekali) dikatakan kapasitor baik. Bila menunjukkan
harga tertentu dan tidak bergerak ke tak terhingga dikatakan kapasitor bocor
dan bila tidak bergerak sama sekali kemungkinan kapsitor putus atau range
ohmmeter kurang besar.
b. Kapasitor nonpolar
Caranya sama dengan kapasitor berpolaritas hanya saja kamu tidak
perlu memperhatikan kutub positif dan kutub negatif.
25 | P a g e
Gambar 34. Rangkaian Kapasitor secara seri
p n C C C C
1 1 1 ... 1
1 2
= + +
4. Transistor
Merupakan komponen elektronika yang terdiri
dari tiga lapisan semikonduktor sebagai contoh NPN
dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut
dengan Emitor (E), Basis/Base (B) dan
Kolektor/collector (C).
Gambar 36. Transistor PNP
Gambar 37. Transistor NPN
Untuk menentukan kaki basis,emitor dan kolektor dengan secara tidak langsung
adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Pengujian Transistor
Kaki I Kaki II Kaki III Gejala
M H - ON
M - H ON
H M - OFF
H - M OFF
Dari hasil Tabel 4, ditemukan bahwa kaki I adalah kaki Basis, yang mana selama
pengukuran harus ada kaki acuan (patokan) dan menunjukkan gejala ON, ON kemudian bila
dibalik polaritasnya menunjukkan gejala OFF,OFF maka kaki basis ON pada saat dipasang
polaritas negative atau OFF saat dipasang polaritas positif maka jenis transistor adalah PNP.
Sedangkan untuk menentukan kaki emitor dan kolektor, kita harus menghitung nilai hambatan
yang dimiliki oleh emitor dan kolektor. Apabila kaki II hambatannya lebih besar dari kaki III
maka dapat kita simpulkan bahwa kaki II merupaka kolektor dan kaki III merupakan emitor.
26 | P a g e
P N P
B
E C
N P N
B
E C
Gambar 35. Macam-macam Transistor
Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk:
1.Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC)
2.Sebagai penyearah
3.Sebagai mixer
4.Sebagai osilator
5.Sebagai switch
Transistor mempunyai 3 jenis diantaranya yaitu:
1. Uni Junktion Transistor (UJT)
Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan
dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis
UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P.
2. Field Effect Transistor (FET)
Field Effect Transistor (FET) adalah suatu jenis transistor khusus. Tidak seperti
transistor biasa, yang akan menghantar bila diberi arus di basis, transistor jenis FET akan
menghantar bila diberikan tegangan (jadi bukan arus). Kaki-kakinya diberi nama Gate (G),
Drain (D) dan Source (S).
Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain
penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari
transistor, maka hanya digunakan pada bagianbagian yang memang memerlukan. Ujud fisik
FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.
27 | P a g e
Gambar 38. Uni Junktion Transistor
Gambar 39. Field Effect Transistor
Seperti halnya transistor, ada dua jenis FET yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu
terdapat beberapa macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor
FET (MOSFET).
3. MOSFET
Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai
satu Drain, satu Source dan satu atau dua Gate. MOSFET mempunyai input impedance yang
sangat tinggi. Mengingat harga yang cukup tinggi, maka MOSFET hanya digunakan pada
bagian bagian yang benarbenar memerlukannya. Penggunaannya misalnya sebagai RF
amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah.
Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan
bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik, mengemasnya menggunakan kertas
timah, pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET.
Seperti halnya pada FET, terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N.
28 | P a g e
Gambar 40. MOSFET
Gambar 40. Simbol MOSFET
5. Transformator (TRAFO)
Transormator (atau yang lebih dikenal dengan nama
trafo) adalah suatu alat elektronik yang memindahkan energi
dari satu sirkuit elektronik ke sirkuit lainnya melalui pasangan
magnet. Trafo mempunyai dua bagian diantaranya yaitu bagian
input (primer) dan bagian output (sekunder). Pada bagian
primer atau pun bagian sekunder terdiri dari lilitan-lilitan
tembaga.
Pada bagian primer, tegangan yang masuk disebut dengan tegangan primer (Vp)
dengan lilitannya disebut dengan lilitan primer (Np), sedangkan pada bagian sekunder
tegangan yang masuk disebut dengan tegangan sekunder (Vs) dengan lilitannya disebut
dengan lilitan sekunder (Ns). Sehingga didapatkan hubungan bahwa:
Ip
Is
Ns
Np
Vs
Vp = =
Keterangan:
Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer (lilitan)
Ns = jumlah lilitan sekunder (lilitan)
Is = Arus Primer (Ampere)
Ip = Arus Sekunder (Ampere)
Jenis-jenis trafo:
 Trafo Step down digunakan untuk menurunkan tegangan
 Trafo step up digunakan untuk menaikkan tegangan
 Adaptor digunakan untuk mengubah arus AC (alternating current) menjadi
DC (direct current)
 Trafo input
 Trafo output
 Trafo filter
 Dan lain-lain
29 | P a g e
Gambar 41. Trafo
6. Saklar
Saklar adalah sebuah perangkat yang
digunakan untuk memutuskan jaringan listrik,
atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada
dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus
aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus
kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk
alat komponen elektronika arus lemah.
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu
rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus
(off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan
terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan
sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus
disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat.
7. Kumparan (Coil)
Coil adalah suatu gulungan kawat di atas suatu inti. Tergantung pada kebutuhan, yang
banyak digunakan pada radio adalah inti udara dan inti ferrite. Coil juga disebut inductor,
nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H).
Dalam pesawat radio, coil digunakan :
1. Sebagai kumparan redam
2. Sebagai pengatur frekuensi
3. Sebagai filter
4. Sebagai alat kopel (penyambung)
30 | P a g e
Gambar 42. Macam-macam saklar
Gambar 43. Kumparan Inti udara dan inti Besi
8. Coil Variabel
Coil variabel adalah coil dengan
induktansi yang dapat diubah-ubah,
perubahan dilakukan dengan memutar
posisi inti ferrite. Coil semacam ini
banyak digunakan pada osilator agar
frekuensi dapat diaturatur, bentuk coil ini
serupa dengan trafo IF.
9. Trafo Kopel
Trafo kopel digunakan untuk
meneruskan listrik AC disertai perubahan
impedansi. Kita ketahui bahwa gulungan
kawat pada suatu inti tertentu, bila
jumlah gulungannya berbeda, cenderung
akan memberikan impedansi yang
berbeda pula.
Seperti halnya pada power trafo, primer dan sekunder dapat digulung secara terpisah
atau dapat juga digulung bersusun. Suatu trafo dengan tap bila gulungan sebelum tap dan
sesudah tap symetris disebut bifilar, bila diberi dua tap disebut trifilar.
Cara penggulungan trafo bifilar dilakukan dengan menumpuk dua kawat dan digulung
bersamasama, kemudian kedua ujungnya dihubungkan kembali (disolder). Penyambungan
dilakukan sedemikian sehingga kedua gulungan sebelum dan sesudah tap mempunyai arah
gulungan yang sama. Demikian juga untuk trifilar, dilakukan dengan menumpuk tiga kawat.
10. Reley
Reley adalah suatu switch yang digerakkan
secara elektris, dalam pesawat radio transceiver
digunakan untuk memindah-mindah aliran listrik dari
bagian receiver ke bagian transmitter dan memindah-mindah
antena dari receive ke transmit.
31 | P a g e
Gambar 44. Coil Variabel
Gambar 45. Trafo Kopel
Gambar 46. Reley 6 Volt
11. Microphone
Berbagai jenis microphone
dipakai pada transceiver, akan tetapi yang
banyak dipakai adalah dynamic mic dan
condensor mic atau electret condensor
mic (ECM). Jenis microphone yang lain
lagi adalah carbon mic dan crystal mic.
12. Speaker
Speaker pada radio digunakan untuk mengubah
getaran listrik yang berasal dari detector menjadi getaran
suara. Dalam speaker terdapat magnet dan suatu
kumparan yang dapat bergerak bebas. Kumparan
tersebut dihubungkan dengan suatu membran audio.
Bila kumparan dilalui oleh arus AC audio, akan
bergerak-gerak dan menggetarkan membran audio.
13. Coaxial Cable
Untuk menghubungkan transmitter
dengan antena bisa digunakan twin lead atau
coaxial cable, akan tetapi coaxial cable lebih
dikenal karena mudah menggarapnya dan
terdapat banyak di pasaran.
Suatu parameter penting dari suatu coaxial cable adalah impedansinya, yang
dinyatakan dalam satuan OHM.
32 | P a g e
Gambar 47. Bagian-Bagian Microphone
Gambar 48. Speaker dengan ukuran 3,5
Inchi terdapat pada radio kecil .
Gambar 49. Loudspeaker system
Gambar 50. Bagian-bagian Speaker
Gambar 50. Bagian-bagian Kabel
Dalam coaxial cable terdapat dua konduktor, satu berada ditangah disebut inner dan
yang satunya menyelubungi konduktor yang ditengah tadi yang disebut outer, outer ini
dihubungkan dengan ground.
Coaxial cable yag banyak terdapat di pasaran dikenal dengan nomor seri RG8/U
dengan diameter luar 10.3 MM dan RG58A/U dengan diamater luar 5 MM, masing-masing
pempunyai impedansi 50 OHM. Komponen Aktif Radio
Selanjutnya akan di perkenalkan beberapa komponen aktif yang banyak digunakan di radio,
komponen tersebut umumnya merupakan komponen semikonduktor. Komponen disebut
semiconductor karena bahan utama untuk membuatnya adalah bahan semiconductor, ialah
suatu bahan yang dapat bersifat konductor akan tetapi dapat pula bersifat isolator.
Dengan perkembangan di bidang ilmu bahan (material science) yang pesat sehingga
diketemukannya bahan-bahan semiconductor seperti silicon, germanium dan sebagainya serta
pengetahuan tentang sifat-sifatnya, memberikan era baru bagi perkembangan peralatan
komunikasi radio.
Teknologi radio dengan tabung-tabung elektron, sedikit demi sedikit ditinggalkan dan
digantikan dengan komponen semiconductor yang kecil, ringan dan lebih hemat energi.
Material science berkembang terus dengan pesat dan komponen elektronik menjadi makin
kecil dengan kemampuan yang makin besar.
Perkembangan teknologi material seperti sekarang ini yang terintegrasi dengan
perkembangan teknologi peroketan memberi peluang melajunya perkembangan di bidang
satelit. Satelit dapat memuat berbagai peralatan elektroinik yang canggihcanggih dengan
sumber daya dari solar cell yang bobotnya tidak terlalu besar.
14. Integrated Circuit
Integrated Circuit (IC) sebenarnya adalah
suatu rangkaian elektronik yang dikemas
menjadi satu kemasan yang kecil. Beberapa
rangkaian yang besar dapat diintegrasikan
menjadi satu dan dikemas dalam kemasan yang
kecil. Suatu IC yang kecil dapat memuat ratusan
bahkan ribuan komponen.
Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang
seperti transistor dengan kaki banyak misalnya LM741.
33 | P a g e
Gambar 51. Macam-macam IC
Bentuk IC ada juga yang
menyerupai sisir (single in line), bentuk
lain adalah segi empat dengan kaki-kaki
berada pada ke empat sisinya, akan tetapi
kebanyakan IC berbentuk dual in line
(DIL).
IC yang berbentuk bulat dan dual in line, kaki-kakinya diberi bernomor urut dengan
urutan sesuai arah jarum jam, kaki nomor SATU diberikan bertanda titik.
Setiap IC ditandai dengan nomor type,
nomor ini biasanya menunjukkan jenis IC, jadi
bila nomornya sama maka IC tersebut sama
fungsinya. Kode lain menunjukkan pabrik
pembuatnya, misalnya operational amplifier type
741 dapat muncul dengan tanda uA741, LM741,
MC741, RM741 SN72741 dan sebagainya.
34 | P a g e
Gambar 52. IC Kaki Tunggal
Gambar 53. IC Kaki ganda
BAB V
PERKAKAS ELEKTRONIKA
Gergaji
Gergaji ialah alat yang digunakan untuk memotong sesuatu.
Gambar 54. Salah satu jenis gergaji.
Ada banyak jenis gergaji. Beberapa merupakan peralatan tangan yang bekerja dengan
kekuatan otot, seperti gergaji dalam gambar diatas. Beberapa gergaji memiliki sumber tenaga
lainnya dan amat kuat, seperti sinso yang biasa digunakan menggergaji pohon.
Gergaji biasa menimbulkan suara ribut. Menggunakan gergaji untuk memotong bahan
berbahaya karena tepinya yang tajam dan dan jangan sampai menyenuh kulit ketika
menggunakannya. Bagian suatu benda yang dipotong gergaji bisa terbang kabur dan
berbahaya buat pernapasan, mata dan kulit.
Solder
Gambar 55. solder
35 | P a g e
Di pasaran dapat dijumpai berbagai macam bentuk solder, ada yang berbentuk pensil
dan ada yang berbentuk pistol.
Biasanya solder pistol mempunyai dua macam voltage, pada posisi standby biasanya
voltage kecil dan bila ditekan voltage menjadi maksimum. Solder bentuk pensil kebanyakan
digunakan untuk pekerjaan yang kontinue sedang solder pistol biasanya digunakan untuk
pekerjaan yang tidak kontinue. Solder dengan berukuran 30 Watt biasanya sudah cukup baik
digunakan untuk patri komponen elektronik.
Solder mempunyai berbagai bentuk ujung, ada yang kecil runcing, pipih lurus, pipih
bengkok dan sebagainya. Ujung solder biasanya dilapisi dengan lapisan anti size (anti
menempel) dimaksudkan agar timah patri mau melekat di barang yang dipatri dan tidak
nempel ikut dengan ujung solder. Jadi kalau ujung solder kotor, pembersihan dilakukan
dengan menghapus dengan spons basah dan tidak boleh sekalikali diampelas atau dikikir.
Beberapa komponen elektronik seperti jenis MOS sangat peka terhadap elektrostatik,
ia mudah rusak karena listrik. Ujungnya solder yang runcing itu merupakan tempat
berkumpulnya muatan listrik. Untuk keperluan pematrian komponen jenis MOS, maka ujung
solder harus di ground. Penggarapan komponen jenis MOS ini umumnya digunakan solder
battery dan tidak menggunakan listrik PLN, sebagai baterry biasanya digunakan NiCd.
Timah Patri
Gambar 56. Timah Patri
36 | P a g e
Ada berbagai jenis timah patri terjual di toko-toko elektronik, biasanya timah patri
untuk keperluan pematrian komponen elektronik berbentuk seperti kawat. Bahan patri yang
baik digunakan untuk komponen elektronik adalah jenis alloy yang terdiri atas bahan perak
dan timah. Bahan alloy itu berbentuk buluh panjang yang berisi bahan organik berupa pasta
yang disebut rosin.
Alloy yang terdiri atas campuran 60 % perak dan 40% timah akan meleleh pada suhu
190C, sedangkan alloy eutetic yang terdiri atas 63% perak dan 37% timah mempunyai titik
leleh sekitar 180C. Kedua jenis digunakan untuk patri komponen elektronik.
Timah patri 50/50 mempunyai titik leleh 213C dan timah patri 40/60 mempunyai titik
leleh 235C, kedua jenis timah patri ini jarang digunakan untuk komponen elektronik dan jenis
ini digunakan untuk mematri barangbarang yang tahan panas misalnya sambungan kawat
ground dan sebagainya.
Untuk keperluan sehari-hari digunakan timah patri rosin 60/40 berbentuk kawat
dengan diameter 1 MM atau 0.85 MM.
Selain timah patri, dalam pekerjaan patri mematri sering diperlukan pasta patri,
digunakan untuk memudahkan patri menempel misalnya pada pematrian kawat atau terminal.
Olesan pasta juga berfungsi untuk mencegah oksidasi pada waktu barang yang dipatri itu
dipanasi.
Cara Mematri / Menyolder
Sewaktu akan digunakan, solder ditunggu hingga panasnya mencukupi dan ujung
solder dibersihkan dahulu dengan spons. Untuk solder yang baru, ujung solder dilapisi
terlebih dahulu dengan timah patri sehingga tipis dan merata.
Bahan yang akan disolder harus bersih, bebas dari lemak, karat atau kotoran lainya.
Komponen terletak erat pada PCB dan PCB harus erat pula sehingga tidak goyang sewaktu
dipatri.
Tempat yang akan disolder dipanasi terlebih dahulu dengan ujung soler sehingga
cukup panas kemudian dengan ujung solder tetap menempel pada barang yang dipatri,
tempelkan timah patri sehingga meleleh dengan jumlah secukupnya, ditunggu sebentar
37 | P a g e
sehingga patri terlihat mengepyar, akhirnya timah patri ditarik dan kemudian solder ditarik
pula. Ditunggu beberapa saat sampai timah mengeras dan tidak boleh goyang.
Gambar 57. Hasil Patrian
Disini sering terjadi kesalahan ialah timah patri ditempel dahulu di ujung solder, baru
dibawa ke tempat yang akan dipatri. Prosedur ini sama sekali tidak dianjurkan, karena kedua
barang yang akan dipatri harus samassama dalam keadaan panas, baru patri dilelehkan di
atasnya.
Untuk pematrian komponen semiconductor, diusahakan proses pemanasan sesingkat
mungkin, ialah dengan menunggu terlebih dahulu solder mencapai panas yang cukup tinggi
sebelum ditempelkan. Bila perlu body komponen dibungkus dengan kain basah sehingga
panas dari kaki komponen tidak menjalar kebody komponen.
Setelah pematrian selesai semua, muka PCB bekas patrian dibersihkan dengan thinner
untuk menghilangkan sisasisa pasta yang masih menempel di PCB.
Pekerjaan pematrian kelihatannya memang mudah, akan tetapi agar hasilnya baik
memerlukan latihan yang benar dan cukup banyak. Karena patri komponen elektronik kecuali
harus menempel erat, komponen komponen harus terhubung secara elektris dengan baik.
38 | P a g e
Penyedot Timah
Gambar 58. Penyedot Timah
Dalam kegiatan patri mematri sering diperlukan penyedot timah untuk misalnya
pencabutan komponen yang harus diganti.
Kecuali dengan sedotan timah, menghilangkan patrian dapat dilakukan dengan dengan
cara kapiler misalnya dengan kawat kasa halus atau dengan ujung kawat serabut.
Obeng
Gambar 59. Berbagai macam obeng
Obeng adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan
baut. Ada beberapa model obeng yang digunakan di seluruh dunia. Jenis yang sangat umum
di Indonesia adalah model Phillips (+) and slotted (-). Jenis obeng lain yang digunakan di
negara-negara lain antara lain Torx (bintang segi enam), Hex (segi enam), Robertson (kotak).
Bor
39 | P a g e
Gambar 60. Bor listrik dan Bor Tangan
Bor digunakan untuk membuat lubang pada chasis atau PCB. Setiap bor mempunyai
berbagai ukuran mata bor. Apabila kita ingin membuat lubang, kita harus memilih mata bor
agar lubang yang kita buat sesuai dengan keinginan. Bor ada dua macam yaitu bor tangan dan
bor listrik.
40 | P a g e
Tang
Tang dibedakan menjadi tiga (3) macam, yaitu :
a. Tang besar, digunakan untuk memutar atau memegang mur dari baut yang
sedang kita keraskan. Tang ini dapat juga digunakan untuk membengkokkan
plat logam yang tipis.
Gambar 61. Tang Besar
b. Tang pemotong digunakan untuk memotong atau mengupas kabel. Tang ini
dapat juga digunakan sebagai pemotong kaki – kaki pada komponen
elektronika yang terlalu panjang.
Gambar 62. Tang Pemotong
c. Tang runcing digunakan untuk membengkokkan kaki – kaki komponen yang
akan kita pasang pada chasis atau PCB
Gambar 63. Tang Runcing
41 | P a g e
BAB VI
PAPAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA
Papan sirkuit cetak
Gambar 64. Foto dari desain sirkuit dan realisasinya
Papan sirkuit cetak (bahasa Inggris:
printed circuit board atau PCB) adalah sebuah
papan yang penuh dengan sirkuit dari logam
yang menghubungkan komponen elektronik satu
sama lain tanpa kabel.
Papan sirkuit ini mendapatkan namanya
karena diproduksi secara massal dengan cara
pencetakan.
Kronologi sejarah
· 1936 - Papan sirkuit cetak pertama kali ditemukan oleh Paul Eisler, ilmuwan Austria
yang memasukkan penggunaan papan sirkuit ini ke dalam sebuah radio.
· 1943 - Amerika Serikat menggunakan papan sirkuit dengan jumlah besar dalam radio
militer mereka.
· 1948 - Komersialisasi papan sirkuit cetak di Amerika Serikat.
42 | P a g e
Gambar 65. papan sirkuit Berlubang
Setelah tahun 1950, papan sirkuit cetak telah digunakan secara massal di dalam industri
elektronik.
Project Board/Bread Board/Wish Board
Cara penggunaan papan rangkaian ini
sangatlah sederhana dan praktis. Dengan
menggunakan papan rangkaian ini kita dapat
dengan mudah memasang, merubah, dan
memperbaiki suatu rangkaian yang dianggap
belum sempurna atau mengalami salah hubung
sehingga kesalahan-kesalahan fatal tidak terjadi.
Dengan menggunakan Project board kita dapat memasang komponen elektronika
secara tidak permanen. Pada project board, untuk menghubungkan antar komponen tidak
perlu di solder karena pada papan ini sistem hubungnya (interkoneksi) yang dapat menjepit
komponen. Komponen atau kawat penghubung dengan mudah dapat dilepas dan di tancapkan
kembali berulang kali.
Keistimewaan lainnya dari Project board dapat dipakai untuk menampung berbagai
macam komponen elektronika yang berbeda, antara lain:
1. IC(intregated Circuit)
2. Transistor
3. Dioda, dan
4. Komponen lainnya.
43 | P a g e
Gambar 66. Project Board
BAB VII
ALAT UKUR
Voltmeter
Merupakan alat/perkakas untuk mengukur besar
tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini
terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang
pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah
tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan
sebagai anoda sedangkan yang di tengah sebagai katoda.
Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi
x diameter).
Amper-meter
Amper-meter adalah alat pengukuran untuk
mengukur arus listrik baik untuk listrik DC maupun AC.
Alat amper-meter ini mempunyai simbol A m, A-m,
atau A·m dalam satuan SI, dan dapat berupa alat ukur
analog (jarum, untuk model lama) maupun alat ukur
digital (untuk yang baru dan yang lebih akurat). Untuk
jenis analog, amper-meter ini menggunakan kekuatan
magnit yang biasanya tidak bisa mengukur secara tepat.
Ohm-meter
Ohm-meter adalah alat pengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan
mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh
alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk
mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian
dikalibrasikan ke satuan ohm.
44 | P a g e
Gambar 67. Voltmeter digital
Gambar 68. Amper-meter analog
Besarnya hambatan listrik ini ditentukan mengikuti
rumusan:
V menyatakan voltase dan I menyatakan besarnya arus
listrik yang mengalir.
Gambar 69. Ohm-meter
Multimeter / AVOMeter
Gambar 70. Multimeter digital Gambar 71. Multimeter analog
Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm
meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus
(amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multimeter)(
untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog.
Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.
Sebagai penunjuk besaran, avometer ada
yang menggunakan jarum dan ada yang
menggunakan display angka. Alat ini dilengkapi
dengan dua kabel penyidik yang berwarna
45 | P a g e
Gambar 72. Bagian-bagian Multimeter
masing-masing merah dan hitam. Untuk dapat
bekerja, avometer memerlukan sumber listrik
berupa battery. Dalam penyimpanan yang cukup lama, battery ini harus dilepaskan. Umumya
pada avometer terdapat tombol-tombol sebagai berikut ini.
Saklar Jangkah
Saklar jangkah digunakan untuk memilih jenis besaran yang diukur dan jangkah
pengukuran.
Sekerup Kontrol NOL
Sebelum pengukuran, jarum harus menunjukkan tepat angka NOL, bila tidak sekerup
kontrol NOL diatur ulang.
Tombol NOL
Setiap pengukuran resistansi, tombol NOL diatur sehingga jarum menjukkan tepat
pada angka NOL.
Kabel Penyidik
Kabel MERAH dipasang pada lubang PLUS dan kabel hitam dipasang pada lubang
MINUS atau COMMON.
Pada penggunaan alat ini perlu selalu diperhatikan pemilihan jangkah yang tepat.
Kesalahan pemilihan jangkah dapat mengakibatkan kerusakan avometer misalnya pengukuran
voltage dengan jangkah pada OHM, maka akibatnya akan fatal. Bila besaran yang diukur
tidak dapat diperkirakan sebelumnya, harus dibiasakan memilih jangkah tertinggi. Setiap
selesai pengukuran, dibiasakan meletakkan jangkah pada posisi OFF atau VDC angka
tertinggi.
MENGUKUR RESISTANSI
Pilih jangkah pada OHM, kemudian
ujung kabel penyidik merah dan hitam
disentuhkan dan lakukan zero seting dengan
memutar tombol nol.
46G | aPmabagr e73. Cara mengukur Resistor
MENGUKUR TEGANGAN DC
MENGUKUR TEGANGAN DC
Perkirakan tegangan yang akan
diukur, letakkan jangkah pada skala yang
lebih tinggi. penyidik merah pada positif dan
hitam pada negative.
MENGUKUR DAYA
Daya dihitung dari hasil pengukuran arus dan tegangan.
MENGUKUR TEGANGAN AC
Seperti halnya pada pengukuran VDC, perkirakan tegangan yang akan diukur, letakkan
jangkah pada skala yang lebih tinggi. Pada umumnya avometer hanya dapat mengukur arus
berbentuk sinus dengan frekuensi antara 30 Hz30 KHz. Hasil pengukuran adalah tegangan efektif
(Veff).
MENGUKUR ARUS (SEARAH)
Rangkaian yang
akan diukur diputuskan pada
salah satu titik, dan melalui
kedua titik yang terputus tadi
arus dilewatkan melalui
avometer, sebelumnya
muatan semua elco
didischarge.
MENGUJI KONDENSATOR
Sebelumnya muatan
kondensator didischarge. Dengan
jangkah pada OHM, tempelkan
penyidik merah pada kutub POS dan
hitam pada MIN.
Bila jarum menyimpang ke KANAN dan kemudian secara berangsurangsur kembali ke KIRI,
berarti kondensator baik. Bila jarum tidak bergerak, kondensator putus dan bila jarum mentok ke
kanan dan tidak balik, kemungkinan kondensator bocor.
jangkah pada x100 , di atas 1000 F, jangkah x1 dan menguji kondensator non elektrolit
47 | P a g e
Gambar 74. Cara mengukur Tegangan DC
Gambar 75. Cara mengukur Arus DC
Gambar 76. Cara Menguji Kondensator
jangkah pada x10 k. Untuk menguji elco 10 F jangkah pada x10 k atau 1 k, untuk kapasitas
sampai 100 F
MENGUJI HUBUNGAN PADA CIRCUIT
Suatu circuit atau bisa juga kumparan trafo diperiksa resistansinya, dan koneksi baik bila
resistansinya menunjukkan angka NOL.
MENGUJI DIODA.
Dengan jangkah OHM x1 k atau
x100 penyidik merah ditempel pada katoda
(ada tanda gelang) dan hitam pada anoda,
jarum harus ke kanan. Panyidik dibalik ialah
merah ke anoda dan hitam ke katoda, jarum
harus tidak bergerak. Bila tidak demikian
berarti kemungkinan diode rusak.
Cara demikian juga dapat digunakan untuk mengetahui mana anoda dan mana katoda dari
suatu diode yang gelangnya terhapus.
Dengan jangkah VDC, bahan suatu dioda dapat juga diperkirakan dengan circuit pada gambar
57. Bila tegangan katodaanoda 0.2 V, maka kemungkinan dioda germanium, dan bila 0.6 V
kemungkinan dioda silicon.
MENGUJI TRANSISTOR
Transistor ekivalen
dengan dua buah dioda yang
digabung, sehingga prisip
pengujian dioda diterapkan
pada pengujian transistor.
Untuk transistor jenis NPN,
pengujian dengan jangkah pada x100 , penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah
pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum
harus ke kanan lagi.
48 | P a g e
Gambar 77. Cara Menguji Dioda
Gambar 78. Cara Menguji Dioda
Gambar 79. Cara Menguji Transistor
Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak
menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.
Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak menyimpang
dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.
Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k, penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah pada
emitor, jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak menyimpang.
Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak.
Untuk transitor jenis PNP, pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam
pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan.
Demikian pula bila penyidik merah
dipindah ke Emitor, jarum arus menyimpang
ke kanan lagi. Selanjutnya analog dengan
pangujian NPN.
Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis, mana Kolektor dan
mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. Beberapa jenis
multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE, ialah salah parameter penting suatu transistor.
Dengan circuit seperti pada gambar 59, dapat diperkirakan bahan transistor. Pengujian cukup
dilakukan antara Basis dan Emitor, bila voltage 0.2 V germanium dan bila 0.6 V maka kemungkinan
silicon.
MENGUJI FET
Penentuan jenis FET dilakukan dengan jangkah pada x100 penyidik hitam pada Source dan
merah pada Gate. Bila jarum menyimpang, maka janis FET adalah kanalP dan bila tidak, FET adalah
kanalN.
49 | P a g e
Gambar 80. Cara Menguji Jenis Transistor
Gambar 81. Cara Menguji FET
Kerusakan FET dapat diamati dengan rangkaian pada gambar 60. Jangkah diletakkan pada
x1k atau x10k, potensio pada minimum, resistansi harus kecil. Bila potensio diputar ke kanan,
resistansi harus tak terhingga. Bila peristiwa ini tidak terjadi, maka kemungkinan FET rusak.
MENGUJI UJT
Cara kerja UJT (Uni Junktion Transistor) adalah seperti switch, UJT kalau masih bisa on off
berarti masih baik.
Jangkah pada 10 VDC dan potensio pada minimum, tegangan harus kecil. Setelah
potensio diputar pelanpelan jarum naik sampai posisi tertentu dan kalau diputar terus jarum tetap
disitu. Bila jaum diputar pelanpelan ke arah minimum lagi, pada suatu posisi tertentu tibatiba jarum
bergerak ke kiri dan bila putaran potensio diteruskan sampai minimum jarum tetap disitu. Bila
peristiwa tersebut terjadi, maka UJT masih baik. Peralatan dasar lainnya yang harus ada pada meja
kerja seorang amatir radio adalah, obeng kembang berbagai ukuran, obeng min, tang potong dan tang
buaya.
50 | P a g e
Gambar 82. Cara Menguji UJT
BAB VIII
DAFTAR SIMBOL KOMPONEN ELEKTRONIKA
51 | P a g e
52 | P a g e
53 | P a g e
Relay
BAB IX
RANGKAIAN ELEKTRONIKA
18W Audio Amplifier
Circuit diagram:
Amplifier parts:
P1 = 22K Log.Potentiometer (Dual-gang for stereo)
R1 = 1K 1/4W Resistor
R2 = 4K7 1/4W Resistor
R3 = 100R 1/4W Resistor
R4 = 4K7 1/4W Resistor
R5 = 82K 1/4W Resistor
R6 = 10R 1/2W Resistor
R7 = R22 4W Resistor (wirewound)
R8 = 1K 1/2W Trimmer Cermet (optional)
C1 = 470nF 63V Polyester Capacitor
C2,C5 =
100μF 3V Tantalum bead Capacitors
54 | P a g e
C3,C4 =
470μF 25V Electrolytic Capacitors
C6 = 100nF 63V Polyester Capacitor
D1 = 1N4148 75V 150mA Diode
IC1 =
TLE2141C
Low noise,high voltage,high slew-rate Opamp
Q1 = BC182 50V 100mA NPN Transistor
Q2 = BC212 50V 100mA PNP Transistor
Q3 = TIP42A 60V 6A PNP Transistor
Q4 = TIP41A 60V 6A NPN Transistor
J1 RCA audio input socket
Power supply parts:
R9 =
2K2 1/4W Resistor
C7,C8 =
4700μF 25V Electrolytic Capacitors
D2 100V 4A Diode bridge
D3 5mm. Red LED
T1 220V Primary, 15 + 15V Secondary
50VA Mains transformer
PL1 Male Mains plug
SW1 SPST Mains switch
22 Watt Audio Amplifier
Schematic
Parts
Part Total Qty. Description
R1 1 39K 1/4 Watt Resistor
C1,C2 2 10uf 25V Electrolytic Capacitor
C3 1 100uf 25V Electrolytic Capacitor
C4 1 47uf 25V Electrolytic Capacitor
C5 1 0.1uf 25V Ceramic Capacitor
C6 1 2200uf 25V Electrolytic Capacitor
U1 1 TDA1554 Two Channel Audio Amp Chip
MISC 1 Heatsink For U1, Binding Posts (For Output), RCA Jacks (For
55 | P a g e
Input), Wire, Board
56 | P a g e
50 Watt Amplifier
Schematic
Parts
Part Total Qty. Description
R1 1 200 Ohm 1/4 W Resistor
R2 1 200K 1/4 W Resistor
R3 1 30K 1/4 W Resistor
R5 1 1K 1/4 W Resistor
R6 1 5K 1/4 W Resistor
R7,R10 2 1 Meg (5%) 1/2 W Resistor
R8,R9 2 0.4 Ohm 5 W Resistor
R11 1 10K Pot
R12,R13 2 51K 1/4 W Resistor
R14 1 47K 1/4 W Resistor
C1 1 100uF 35V Electrolytic Capacitor
57 | P a g e
C2 1 0.011uF Capacitor
C3 1 3750pF Capacitor
C4,C6 2 1000pF Capacitor
C5,C7,C8 3 0.001uF Capacitor
C9 1 50pF Capacitor
C10 1 0.3uF Capacitor
C11,C12 2 10,000uF 50V Electrolytic Capacitor
U1,U2 2 741 Op Amp
U3 1 ICL8063 Audio Amp Transister Driver thingy
Q1 1 2N3055 NPN Power Transistor
Q2 1 2N3791 PNP Power Transistor
58 | P a g e
100W Audio Amplifier
59 | P a g e
60 | P a g e
Infrared Detector
Theoretical circuit
Parts
R1 = 47K C1,2 = 220nF IC1 = 7812
R2 = 220 C3 = 10uF Q1 = BC547
R3 = 220K C4 = 22uF Q2 = BC547
R4 = 1K C5 = 100nF D1 = Led
R5 = 180 C6 = 100nF D2 = TIL81
61 | P a g e
62 | P a g e
Fading LEDs
Parts:
R1,R2_______________ 4K7 1/4W Resistors
R3_________________ 22K 1/4W Resistor
R4__________________ 1M 1/4W Resistor (See Notes)
R5__________________ 2M2 1/4W Carbon Trimmer (See Notes)
R6,R10,R11,R14,R15_ 10K 1/4W Resistors
R7,R8______________ 47K 1/4W Carbon Trimmers (See Notes)
R9,R13_____________ 27K 1/4W Resistors
R12,R16____________ 56R 1/4W Resistors
C1__________________ 1μF 63V Polyester Capacitor
C2________________ 100μF 25V Electrolytic Capacitor
D1-D4 etc._________ 5 or 3mm. LEDs (any type and color) (See Notes)
63 | P a g e
IC1_______________ LM358 Low Power Dual Op-amp
Q1,Q2,Q4__________ BC327 45V 800mA PNP Transistors
Q3,Q5,Q6__________ BC337 45V 800mA NPN Transistors
SW1________________ SPST miniature Slider Switch
B1___________________ 9V PP3 Battery
64 | P a g e
Dancing LEDs
Parts:
R1_____________ 10K 1/4W Resistor
R2,R3__________ 47K 1/4W Resistors
R4______________ 1K 1/4W Resistor
R5,R6,R7______ 100K 1/4W Resistors
R8____________ 820R 1/4W Resistor
C1,C3_________ 100nF 63V Ceramic or Polyester Capacitors
C2_____________ 10μF 50V Electrolytic Capacitor
C4____________ 330nF 63V Polyester Capacitor (See Notes)
C5____________ 100μF 25V Electrolytic Capacitor
D1___________ 1N4148 75V 150mA Diode
D2-D11_________ 5 or 3mm. LEDs (any type and color)
IC1___________ LM358 Low Power Dual Op-amp
IC2____________ 4017 Decade counter with 10 decoded outputs IC
M1_____________ Miniature electret microphone
SW1____________ SPST miniature Slider Switch
B1_______________ 9V PP3 Battery
Clip for PP3 Battery
65 | P a g e
Additional circuit parts (see Notes):
R9,R10_________ 10K 1/4W Resistors
R11____________ 56R 1/4W Resistor
D12,D13 etc.____ 5 or 3mm. LEDs (any type and color)
Q1,Q2_________ BC327 45V 800mA PNP Transistors
Q3____________ BC337 45V 800mA NPN Transistor
66 | P a g e
Black Light
Theoritical Diagramm
67 | P a g e
PARTS
Part Total Qty. Description
C1 1 0.0047uf Mono Capacitor
C2 1 0.1uf Disc Capacitor
D1, D2 2 1N4007 Diode
FTB 1 Filtered Blacklight Tube
IC1 1 555 Timer IC
P1 1 10k Trim Pot
Q1 1 TIP30 PNP Power Transistor
R1 1 470 Ohm Resistor
R2 1 270 Ohm Resistor
T1 1 Medium Yellow Inverter Transformer
MISC 1 IC Socket, Heat Sink For Q1, Screw, Nut, Wire and PC Board
68 | P a g e
Emergency Light & Alarm
Parts:
R1____________ 220K 1/4W Resistor
R2____________ 470R 1/2W Resistor
R3____________ 390R 1/4W Resistor
R4______________ 1K5 1/4W Resistor
R5______________ 1R 1/4W Resistor
R6_____________ 10K 1/4W Resistor
R7____________ 330K 1/4W Resistor
R8____________ 470R 1/4W Resistor
R9____________ 100R 1/4W Resistor
C1____________ 330nF 400V Polyester Capacitor
C2_____________ 10μF 63V Electrolytic Capacitor
C3____________ 100nF 63V Polyester Capacitor
C4_____________ 10nF 63V Polyester Capacitor
D1-D5________ 1N4007 1000V 1A Diodes
D6______________ LED Green (any shape)
69 | P a g e
D7___________ 1N4148 75V 150mA Diode
Q1,Q3,Q4______ BC547 45V 100mA NPN Transistors
Q2,Q5_________ BC327 45V 800mA PNP Transistors
SW1,SW2________ SPST Switches
SW3____________ SPDT Switch
LP1____________ 2.2V or 2.5V 250-300mA Torch Lamp
SPKR___________ 8 Ohm Loudspeaker
B1_____________ 2.5V Battery (two AA NI-CD rechargeable cells wired in series)
PL1____________ Male Mains plug
70 | P a g e
LED or Lamp Flasher
Parts:
R1_______ 33K 1/4W Resistor
R2,R3____ 47R 1/4W Resistors
C1_______ 10μF 25V Electrolytic Capacitor
D1,(D2)__ LED(s) (Any type and color)
Q1_____ BC560 45V 100mA PNP Transistor
Q2_____ BC337 45V 800mA NPN Transistor
71 | P a g e
LED or Lamp Pulser
Parts:
R1,R2___________ 4K7 1/4W Resistors
R3_____________ 22K 1/4W Resistor
R4______________ 2M2 1/4W Resistor (See Notes)
R5_____________ 10K 1/4W Resistor
R6_____________ 47R 1/4W Resistor (See Notes)
C1______________ 1μF 63V Polyester Capacitor
D1_____________ 5mm. Red LED (See Notes)
IC1__________ LM358 Low Power Dual Op-amp
Q1___________ BC337 45V 800mA NPN Transistor
72 | P a g e
Light switch
Electronic Diagrams.
Part :
R = light resistor
R1 = 4,7 K
R2 = 1,2 K
R3 = 2,2 K
R4 = 1,2 K
R5 = 1,2 K
R6 = 2,7 K
R7 = 100 K
73 | P a g e
C1 = 10 μf/16V
TR1 = BC107-BC108 NPN (CV7644)
TR2 = BC107-BC108 NPN (CV7644)
TR3 = BC557-BC558-BC327 PNP
D1 = 1N4148 Diode
RELAY = 12V relay
74 | P a g e
Mini-box 2W Amplifier
Circuit diagram:
Parts:
P1 = 10K Log.Potentiometer
R1,R2 = 33K 1/4W Resistors
R3 = 33R 1/4W Resistor
R4 = 15K 1/4W Resistor
R5,R6 = 1K 1/4W Resistors
R7 = 680R 1/4W Resistor
R8 = 120R 1/2W Resistor
R9 = 100R 1/2W Trimmer Cermet
C1,C2 = 10μF 63V Electrolytic Capacitors
C3 = 100μF 25V Electrolytic Capacitor
C4,C7 = 470μF 25V Electrolytic Capacitors
C5 = 47pF 63V Ceramic Capacitor
C6 = 220nF 63V Polyester Capacitor
C8 = 1000μF 25V Electrolytic Capacitor
D1 = 1N4148 75V 150mA Diode
75 | P a g e
Q1 = BC560C 45V 100mA PNP Low noise High gain Transistor
Q2 = BC337 45V 800mA NPN Transistor
Q3 = TIP31A 60V 4A NPN Transistor
Q4 = TIP32A 60V 4A PNP Transistor
SW1 SPST switch
SPKR 3-5 Watt Loudspeaker, 8, 4 or 2 Ohm impedance
76 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
Rusmadi,Dedy. 2001. Aneka Hobi Elektronika 1. Bandung : Penerbit Pionir Jaya.
Rusmadi,Dedy. 1995. Hobi Elektronika Aneka Rangkaian Populer. Bandung :
Penerbit Pionir Jaya.
Rusmadi,Dedy & Deny Prihadi. 2007. Belajar Rangkaian elektronika tanpa guru.
Bandung : Penerbit Del Fajar Utama.
Woollard, Barry. 1988. elektronika Praktis (terjemahan). Jakarta : PT. Pradnya
Paramita
Zadmira, Efvy Zam. 2005. Panduan Praktis belajar Elektronika. Surabaya : Penerbit
Indah.
Zadmira, Efvy Zam. 2002. Mudah Menguasai Elektronika. Surabaya : Penerbit Indah.
Sumber Rujukan dari Internet
http://id.wikipedia.org/wiki/Komponen_elektronik
http://id.wikipedia.org/wiki/DIAC
http://id.wikipedia.org/wiki/Dioda
http://id.wikipedia.org/wiki/Gergaji
http://id.wikipedia.org/wiki/Obeng
http://id.wikipedia.org/wiki/SCR
http://id.wikipedia.org/wiki/TRIAC
http://id.wikipedia.org/wiki/Dioda_pemancar_cahaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Dioda_foto
http://id.wikipedia.org/wiki/Dioda_laser
http://en.wikipedia.org/wiki/Laser_diode
http://id.wikipedia.org/wiki/Dioda_Zener
http://id.wikipedia.org/wiki/Kapasitor
http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensator_tetap
http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensator_elektrolit
http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensator_variabel
http://id.wikipedia.org/wiki/Amper-meter
http://id.wikipedia.org/wiki/Multimeter
http://id.wikipedia.org/wiki/Voltmeter
http://id.wikipedia.org/wiki/Ohm-meter
77 | P a g e
http://id.wikipedia.org/wiki/Muatan_listrik
http://id.wikipedia.org/wiki/Proton
http://id.wikipedia.org/wiki/Netron
http://id.wikipedia.org/wiki/Atom
http://id.wikipedia.org/wiki/Elektron
http://en.wikipedia.org/wiki/Electron
http://id.wikipedia.org/wiki/Papan_sirkuit_cetak
http://id.wikipedia.org/wiki/Resistor
http://id.wikipedia.org/wiki/Resistor_peka_cahaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronika
http://id.wikipedia.org/wiki/Saklar
http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor
http://en.wikipedia.org/wiki/Switch
http://en.wikipedia.org/wiki/Transistor
http://id.wikipedia.org/wiki/Transformator
http://en.wikipedia.org/wiki/Transformer
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Pengenalan_Wajah_Komponen_
Elektronika
http://en.wikipedia.org/wiki/Breadboard
http://id.wikipedia.org/wiki/Speaker
http://en.wikipedia.org/wiki/Loudspeaker
78 | P a g e
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah S.W.T yang telah mengizinkan penulis untuk dapat
menyelesaikan Modul Elektronika Untuk SMP.
Modul ini berisikan tentang pengetahuan mengenai komponen elektronika yang sering
digunakan dalam pembuatan peralatan elektronika, alat-alat ukur yang digunakan dalam
pembuatan peralatan elektronika beserta papan rangkaiannya. Dengan membaca modul ini
diharapkan para siswa dapat memahami komponen elektronika serta dapat membuat suatu
peralatan elektronika.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan modul elektronika ini terdapat banyak
kekurangan, oleh karena itu apabila ada kesalahan atau kekurangan diharapkan pembaca
dapat memberikan saran sehingga modul ini dapat digunakan sebagai mana mestinya.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu terselesainya modul elektronika untuk SMP ini.
Pasuruan, 11 Mei 2008
Moch. Choirul Anam.
79 | P a g e
Daftar Isi
Halaman
Kata Pengantar .................................................................................. i
Daftar Isi ............................................................................................ ii
Bab I Elektronika ...................................................................... 1
Bab II Teori Dasar ..................................................................... 3
Bab III Listrik .............................................................................. 7
Bab IV Komponen Elektronika .................................................. 9
Bab V Perkakas Elektronika ..................................................... 34
Bab VI Papan Rangkaian Elektronika ....................................... 40
Bab VII Alat Ukur ......................................................................... 41
Bab VIII Daftar Simbol Komponen Elektronika ......................... 48
Bab IX Rangkaian Elektronika ................................................... 51
Daftar Pustaka .................................................................................. 67
80 | P a g e
MODUL ELEKTRONIKA
OLEH
Moch. Choirul Anam
SMP NEGERI 1 PASURUAN
Jl. Balaikota No. 7 Pasuruan Kode Post 67125
81 | P a g e

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar